LIBURAN MEWAH KE BALI, IBUNYA PULANG MASUK KOPER | Detective Aldo

Detective Aldo - Pada kesempatan kali ini kita akan membahas sebuah kasus internasional yang terjadi di indonesia, dimana tkp nya ada di Bali pada tahun 2024. Bisa di bilang ini adalah sebuah kasus yang sangat menggemparkan.
Storyline dari kasus ini yaitu seorang anak bernama "Lois Heather Mack" dan ibu "Sheila von Wiese" yang saat itu pergi liburan ke Bali.
Latar Belakang Keluarga Heather Mack
Heather Mack ini adalah anak kesayangan dari sang ayah "James L. Mack" , dan bisa dibilang terlahir dikeluarga yang cukup berada. Sayangnya ayah dari Mack meninggal di Swiss pada saat liburan yang notabennya sang ayah sudah terdiagnosa mengidap penyakit Kanker, peristiwa kematian ayahnya tersebut terjadi saat Mack baru berusia 10 tahun. Namun sejak kematian sang ayah, hal itulah yang menjadikan pondasi kekacuan hubungan antara Mack dan ibunya.
Keluarga Mack hidup di Chicago - United States dan tinggal di sebuah distrik bernama Frank Lloyd Wright, yang terbilang kawasan para orang terpandang.
Dan sejak ayahnya meninggal, Mack menjadi anak yang nakal, dia menjadi seseorang yang bisa dibilang rusak secara mental. Dari ia mulai bolos sekolah, bergaul dengan orang yang tidak benar dan karena hal tersebut membuat resah ibunya dalam mendidik anaknya.
Selain itu ternyata Mack sering mencuri uang ibunya dalam jumlah yang cukup banyak untuk hal-hal yang tidak berguna seperti makan mewah dan lain sebagainya. Selama 10 tahun lebih, saat ibunya tinggal dengan Mack, ibunya menerima lebih dari 80 panggilan dari pihak kepolisian dikarenakan dugaan penganiayaan yang dilaporkan sendiri oleh sang ibu.
Bahkan setelah adanya 80 laporan tersebut, ternyata sang ibu tidak pernah menuntut anaknya untuk dimasukan ke dalam penjara, dan banyak dari saudara sang ibu menasehatinya untuk lebih fokus mendidik Mack secara lebih tegas. Tapi walau bagaimanapun sang ibu mengatkan bahwa Mack tetaplah putri kandungnya, jadi ia tak bisa menuntut anaknya dibawa ke jalur hukum.
Meskipun adanya laporan-laporan tersebut, ternyata sang ibu juga khawatir akan keselamatan dirinya. Tapi sang ibu tetap memaafkanapa ang dilakukan anaknya dan tetap mejalani kehidupan seperti biasanya.
Adapula beberapa perlakuan jahat sang anak kepada ibunya seperti hampir membuat tangan sang ibu patah karena mendorongnya, lalu sang ibu juga pernah di gigit, dipukul dan masih banyak lainnya. Hal ini cukup menyedihkan bagi kehidupan orang kaya yang tidak sepenuhnya harmonis.
Kejadian Pembunuhan Di Bali
Selang beberapa waktu berlalu, tercetuslah ide untuk pergi liburan ke Bali - Indonesia yang tujuannya agar bisa memperbaiki hubungan antara Mack dan ibunya.
Fakta menariknya, keluarga tersebut memesan tiket pesawat dengan harga $10.000 per kursi, yang jika dihitung dengan kurs saat ini berjumlah kurang lebih 200 juta per kursi. Dan mereka menginap di The St. Regis Bali Resort - Nusa Dua yang merupakan Hotel atau Resort berbasis bintang 5 di Bali. Rencana liburan ini memang niat sang ibu untuk mengambil hati sang anak dan memperbaiki hubungan antara keduanya.

tapi sayangnya sekitar kurang dari 2 minggu mereka traveling di Bali, banyak yang foto yang beredar yang menampilkan keharmonisan mereka dan seperti tidak terjadi apa-apa. Lalu Mack mendapatkan kabar bahwa pacarnya yaitu Tommy Schaefer juga berada di pulau tersebut.
Tommy Schaefer adalah satu-satunya orang yang ibunya tidak ingin melihatnya dan juga ingin di jauhkan dari sang anak. Karena menurut sang ibu, Tommy memiliki dampak buruk terhadap Mack.
Tapi sayangnya saat liburan tersebut, Tommy datang dan sang ibu juga mendapat kabar tentang kedatangan Tommy kesana hasil dari kartu kredit sang ibu yang di curi oleh Mack.
Dan awal-awal terjadinya tragedi dan kasus ini terjadi, setelah 10 jam berselang setelah Tommy mendarat di Bali, akhirnya Tommy terlihat di CCTV St. Regis bahwa dia masuk ke kamar Mack dan membawa sebuah mangkok buah-buah an yang di taruh di bajunya.

Satu jam berselang setelah Tommy masuk ke kamar Mack, mereka berdua tertangkap di CCTV lalu keluar dari kamar menuju ke lobby membawa sebuah koper berwarna silver. Lalu koper ini disimpan di sebuah bagai mobil Taxi. Dimana saat Tommy memasukan koper ini ke bagasi tersebut, akhirnya mereka berdua pergi ke sebuah hostel yang dekat dari St. Regis dan Tommy tidak mengeluarkan kopernya dari Taxi tersebut.
Lalu inisiatif dari sang supir Taxi ini, membawa koper tersebut ke kantor polisi terdekat. Dan saat dilakukan pemeriksaan terhadap koper tersebut, hasilnya cukup mencengangkan. Isi dari koper tersebut adalah sosok mayat dari sang ibu, dengan keadaan setengah telanjang yang sudah berdarah-darah dan sudah dilakukan otopsi bahwa mayat tersebut sempat tersedak oleh darahnya sendiri akibat adanya kekerasan dibagian kepala yang akhirnya meninggal.
Dan setelah dilakukan penelusuran dari berbagai jejak mulai dari pengakuan pihak Hostel tempat mereka berdua Tommy dan Mack memang melakukan check-in tanpa membawa koper. Dan disinilah akhirnya ketahuan, bahwa ternyata tersangka dari kasus pembunuhan ini adalah Mack dan Tommy.

Pengungkapan Kasus
Saat mereka berdua ditangkap lalu di introgasi untuk melakukan kesaksian, Mack mengaku bahwa mereka bertiga Mack, Tommy dan sang ibu di culik oleh gangster yang mengakibatkan sang ibu terbunuh. Karena alasan tersebut tidak masuk akal, pihak kepolisian melakukan pemeriksaan lebih lanjut, dan di handphone Tommy ditemukan fakta bahwa tujuannya ke Bali bukan untuk liburan bersama Mack, melainkan rencana jauh-jauh hari untuk membunuh sang ibu. Bahkan dari hasil translate dalam percakap an di ponsel tersebut banyak diskusi rencana antara Tommy dan Mack bagaimana membunuh sang ibu, juga mereka sampai merencanakan skenario pembunuhannya seperti bercanda.
Dan bahkan 6 bulan sebelum kejadian, saudara Tommy berkata bahwa Mack sempat meminta tolong mencari orang untuk membunuh ibu Mack dengan menawarkan bayaran hingga $50.000. Dan ternyata Tommy seperti di manipulasi atau di iming-iming oleh Mack, jika bisa membunuh ibunya akan di beri uang sebesar $11.000.000 sebagai warisan.

Proses pembunuhannya terjadi saat Tommy sudah di beri isyarat oleh Mack melalui pesan chat, Tommy bersembunyi terlebih dahulu di kamar mandi. Sampai akhirnya Mack dan ibunya berbincang-bincang hingga dibuat mabuk, dan setelah itu barulah Tommy melakukan eksekusi terhadap ibu Mack menggunakan mangkok buah yang sebelumnya sudah dipersiapkan.

Akhirnya kasus ini terungkap, Mack dihukum jeratan 10 tahun penjara dan Tommy dihukum 18 tahun penjara, lalu juga mereka berpisah. Mack juga ternyata sudah hamil lalu melahirkan anaknya dipenjara dan masih dirawat sampai saat ini. Perkembangan kasus ini menjadi menarik saat Mack ingin melakukan True Crime Daily untuk memberikan versi cerita dari sisinya. Yang katanya kalau selama ini dia di salahkan hanya sebagai anak yang ingin harta warisan dari keluarganya dan ia juga membunuh ibunya karena faktor kebencian.
Lalu Mack berkata bahwa dia mendapatkan ancaman pembunuhan dari sang ibu yang membawa pisau karena mengetahui bahwa anaknya sudah hamil anak Tommy. Setelah dilakukan pengecekan ulang, jika kesaksian Mack tidaklah valid, karena adanya email masuk ke teman baiknya sang ibu bahwa ia sudah mendapatkan kabar bahwa anaknya sudah hamil sekitar 8 minggu dan itu waktu 2 bulan sebelum rencana liburan di Bali. Dan hal ini tidak mungkin menjadi acuan keributan saat di Bali, ya karena sang ibu sudah tau bahwa Mack sudah mengandung anak Tommy sedangkan Mack mengaku kepada True Crime Daily bahwa keributan itu terjadi karena Mack baru mengakui bahwa dirinya itu sedang hamil.
Setelah hasil crosscheck dari bukti-bukti yang ada oleh True Crime Daily, bahwasannya Mack adalah seorang anak yang pintar untuk memanipulasi. Mack memanipulasi siapapun bahkan pacarnya sendiri untuk membunuh sang ibu agar mendapatkan uang karena ia tidak ingin menggunakan tangannya sendiri.

Ada sebuah perbandingan jika kasus ini di usut di US, bahkan Mack bisa saja mendapatkan hukuman hingga 50 tahun. Tapi saat di Bali ini berbeda.
Fakta Menarik Heather Mack di Bali Setelah Dipenjara
Yang paling menarik dari kasus ini adalah, update berita setelah Mack di penjara. Dimana Tommy dan Mack setelah berpisah dan menghasilkan 1 orang anak. Ternyata Mack berulang kali tertangkap sering dugem di penjara, sering melakukan video call, sering mengupdate status ke sosial media dimana juga ada pengakuan dari Tommy jika Mack sering melakukan tindak asusila dipenjara dengan sesama jenis parahnya hal tersebut dilakukan di depan anaknya, sering memakai Narkoba dan minum-minuman keras, sempat terlihat juga sering menari-nari di penjara. Semua bukti ini tertera di Daily Mail.

Update berita ini bukan berniat untuk menjatuhkan citra penjara yang ada di Kerobokan Bali namun ini adalah kesaksian asli dari Tommy yang ada di website.
Inilah kasus Heather Mack yang membunuh ibunya sendiri yang lalu di masukan ke dalam Koper.